Single Vendor atau Multi Vendor?
Pengadaan suatu sistem ataupun hardware pada suatu perusahaan tidak terlepas dari managemen pengadaan di dalamnya. Pemilihan produk dan penentuan supplier akan berpengaruh kedepan pada efisiensi dan inovasi jangka panjang perusahaan. Berdasarkan hal tersebut sebuah perusahaan membutuhkan bantuan vendor information technology sebagai penyedia informasi teknologi. Perusahaan perlu untuk memilih vendor yang tepat untuk turut serta bekerja sama. Pemilihan vendor yang tepat dilakukan dengan melihat kriteria vendor tersebut sehingga diharapkan dapat meminimalkan resiko yang akan timbul, selain itu juga diharapkan perusahaan dapat menjalin hubungan yang baik dengan vendor.
Pemilihan Vendor menurut Embleton dan Wright (1998)
Karena banyak biaya-biaya berhubungan dengan memilih vendor IT outsourcing, penting untuk memilih vendor yang tepat (Embleton dan Wright 1998). Pemilihan vendor tersebut menempuh tahap-tahap sebagai berikut:
- Tentukan profil vendor. Hal ini dilakukan melalui riset pasar untuk mengidentifikasi para vendor yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.
- Lakukan permintaan informasi. Sirkulasi permintaan informasi akan menentukan tingkatan minat, kemampuan, kultur perusahaan dan strategi antar para vendor potensial.
- Lakukan permintaan proposal. Permintaan proposal menguraikan secara detil kebutuhan IT outsourcing. Dokumen ini menyediakan keterangan umum tentang organisasi, serta lingkup dan sasaran hasil IT outsourcing.
- Lakukan pengunjungan lokasi. Kunjungan lokasi adalah untuk meyakinkan bahwa suatu organisasi yang terlihat baik secara tertulis, sama baik pada kenyataannya.
- Perundingan yang menguntungkan. Kedua tim manajemen harus mempunyai suatu persetujuan agar merasa nyaman dalam proses kerjasama.
Dalam pemilihan sistem ataupun produk perusahaan akan dihadapkan pada suatu pilihan antara single vendor atau multi vendor. Dimana keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan ciri khas masing masing.
Single Vendor
Single vendor yang menawarkan satu sistem mungkin hanya menjadi berkas aplikasi yang tidak terintegrasi ke dalam satu konsol. Jika kita memilih single vendor maka ruang gerak menjadi terbatas pada apa yang mereka berikan/buat pada berbagai keadaan. Pada saat memilih single vendor maka kita juga akan tergantungan pada vendor tersebut. Penguncian pada single vendor juga akan mempersulit untuk melakukan transisi ke vendor yang lain. Namun demikian keuntungan dari satu vendor adalah dari segi keamanan lebih terjamin, karena tidak bergantung dari vendor yang lain.
Multi vendor
Multi vendor dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:
1. Merger
Merger dilakukan dalam memenuhi suatu kebutuhan dimana setiap perusaahaan yang bergabung didalamnya memberikan peranan dalam setiap sub produk. Sub produk bisa berupa software ataupun hardware, sehingga pada saat semua sub produk dilakukan assembly akan membentuk suatu gabungan peralatan. Setiap sub produk akan saling melengkapi dalam produk utama. Tanpa adanya salah satu sub produk maka produk utama tidak akan terwujud. Untuk itu adanya multi vendor akan memberikan dampak saling bertergantungan pada setiap anggota merger.
2. Organisasi yang besar
Sebuah organisasi yang besar akan membuat suatu divisi-divisi atau departemen yang saling berkaitan. Setiap divisi/departemen akan mempunyai tugas masing- masing yang dikontrol dari pusat, dengan demikian antara pusat dan divisi akan saling berhubungan.
3. Konversi
Konversi dilakukan dengan melibatkan dua sub dengan tujuan untuk membentuk suatu padanan.
4. Aplikasi baru
Adanya aplikasi yang baru maka akan memberikan tututan dimana sistem ataupun hardware yang telah terpakai dapat dikomunikasikan dan digunakan tanpa harus membuat sistem ataupun hardware baru.
5. Permintaan yang meningkat
dengan adanya permintaan yang meningkat, jaringan multivendor harus menyatukan sumber daya, dengan demikian lebih banyak orang dapat mengakses informasi.
Multi vendor lebih baik karena:
Adanya aplikasi baru multi vendor lebih menguntungkan, dimana kita tidak perlu membuat atau membeli suatu sistem baru pula untuk menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi dapat dijalankan dengan sistem atau pun hardware yang sudah ada. Sebagai contoh misyalnya adanya up date software maka kita bisa melakukan update tanpa mengganti hardware atau pun software yang ada terkecuali memang adanya tuntutan didalamnya. dengan adanya marger, maka peralatan yang ada dapat digunakan dalam satu rangkain untuk membentuk sebuah sistem kesatuan. Sub produk yang dibuat akan dapat bervariasi dan produknya pun dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan daya beli dari masyarakat.
Dengan adanya multi vendor maka setiap sistim yang ada akan saling mengontrol. Hal tersebut karena sistem yang satu dengan yang lainya saling terkait. Adanya perbedaan-perbedaan yang ada karena standart yang ada dapat disiasati dengan menggunakan konversi pada standart tersebut.Single vendor akan lebih memonopoli sistem dan kita akan merasa kergantungan pada satu vendor dan sistem tersebut.
Transisi single vendor ke multi vendor memicu Kejahatan cyber
Kejahatan cyber dapat dipicu oleh adanya transisi dari single vendor kemulti vendor. Banyak jenis perangkat dari berbagai vendor yang harus dipelajari, misalnya untuk router Cisco, Bay Networks, Nortel, 3Com, Juiper, Linux-Based router dan sebagainya. Dan untuk server seperti olaris, Windowa NT/2000/XP, SCO Unix, Linux, BSD, AIX, HP-UX dan sebagainya. Untuk mencari satu orang yang menguasai semuanya sangatlah sulit. Apalagi jika dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih banyak.
http://docs.rinet.ru/MuNet/ch01/ch01.htm#Heading2
http://lpks1.wima.ac.id/pphks/accurate/makalah/MOSS9.pdf
http://www.sophos.com/blogs/gc/g/2009/05/29/guest-blog-single-vendor-multivendor-security-question/