Archive for July, 2009

h1

STEGANOGRAFI

July 22, 2009

Steganografi merupakan seni untuk menyembunyikan pesan di dalam pesan lainnya sedemikian rupa sehingga orang lain tidak menyadari ada sesuatu di dalam pesan tersebut. Kata steganografi (steganography) berasal dari bahasa Yunani steganos, yang artinya ‘tersembunyi/terselubung’, dan graphein, ‘menulis’ sehingga kurang lebih artinya “menulis (tulisan) terselubung”. Teknik ini meliputi banyak sekali metoda komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia. Metoda ini termasuk tinta yang tidak tampak, microdots, pengaturan kata, tanda tangan digital, jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar.Berikut ini saya iseng -iseng menyembunyikan sesuatu didalam gambar.

Bandingkan gambar berikut ini:

Gambar Mentah:
image

sumber:warsa.files.wordpress.com

Gambar yang telah diberi pesan
gambar

Download kedua gambar diatas dan tebak pesan yang terdapat didalamnya?

SELAMAT MENCOBA………

(Solusi akan di upload setelah anda mencoba dan ada permintaan)

h1

Apa itu Mechanical desktop?

July 3, 2009

Secara garis besar Autodesk Mechanical Desktop merupakan salah satu program CAD (Computer Aided Design) yang memiliki kemampuan parametric solid modeling, yaitu kemampuan untuk melakukan desain dan pengeditan dalam bentuk solid model dengan data yang tersimpan dalam data basenya. Dengan adanya kemampuan ini desainer/enginer dapat merivisi atau memodifikasi desain yang ada tanpa harus mendesain ulang sebagian atau secara keseluruhan.

Mechanical Desktop adalah suatu program yang dapat membuat Part Modelling 3D solid parametrik yang berbentuk tunggal / individual, maupun Assembly Modeling yaitu berbentuk gabungan beberapa part sebagai satu kesatuan dan dapat juga membuat Surface Modelling yaitu berbentuk bidang-bidang datar dan lengkung. Gambar-gambar 2D parametrik tersebut berbentuk Tampak Depan, Tampak Samping (Kanan-Kiri), Tampak Atas dan Tampak Bawah. Semua gambar 2D itu dapat dibentuk secara otomatis yang berasal dari gambar 3D solid parametrik yang sudah terbentuk sebelumnya. Masing-masing gambar dapat dilengkapi dengan keterangan yang diperlukan sebagai notasi gambar.

Model-model 3D solid parametrik atau part yang dibentuk oleh Mechanical Desktop merupakan model 3D yang terdiri atas sejumlah feature, yaitu hasil dari perintah-perintah AMEXTRUDE, AMREVOLVE, AMSWEEP, AMHOLE, AMCHAMFER, AMLOFT, AMFILLET dan lainnya. Constraint geometri dan constraint dimensi mengendalikan model 3D sebagai parameternya. Dan dimensi ini bukanlah sekadar dimensi yang hanya memberi keterangan pada bagian-bagian model 3D solid seperti halnya dengan obyek 3D solid non parametrik yang dibentuk lewat AutoCAD yang standar, tetapi dimensi tersebut betul-betul mengontrol dan mengendalikan model obyek 3D solid Mechanical Desktop, sehingga kalau terjadi perubahan di salah satu dimensi maka kemungkinan dapat terjadi perubahan dimensi di tempat lainnya untuk penyesuaian, dan dapat juga berakibat terjadi penyesuaian bentuk secara menyeluruh yang prosesnya berjalan secara otomatis. Jadi model-model 3D solid parametrik yang dibentuk oleh Mechanical Desktop berbeda dengan 3D solid yang dibentuk oleh AutoCAD yang standar.

DASAR-DASAR MENGGAMBAR DENGAN MECHANICAL DESKTOP

Seperti halnya menggambar dengan AutoCAD yang standar, maka menggambar dengan Mechanical Desktop diawali dengan mengatur Units dan Limits yang disesuaikan dengan ukuran kertas dan skala yang diinginkan. Pada mulanya obyek 3D solid parametrik yang dibentuk di Part Mode itu dimulai dari gambar dasar berbentuk gambar sketsa 2D. Kemudian dengan menggunakan perintah-perintah dari Mechanical Desktop, gambar sketsa 2D tersebut dikonversikan menjadi sebuah sketch profile yang berarti diberikan constraint geometri (disebut juga constraint 2D) dan constraint dimensi. Lalu diteruskan dengan diubah menjadi sebuah part dengan diberikan penebalan, lubang dan lainnya sampai terjadinya bentuk akhir dari model 3D solid parametrik. Jadi pada tahap di Part Mode hanya diselesaikan sampai bentuk 3D solid parametrik dari suatu part. Pada tahap berikutnya diteruskan dengan membuat gambar 2D parametrik di Drawing Mode Mechanical Desktop yang akan menghasilkan gambar kerja dalam bentuk dua dimensi. Namun gambar 2D yang dibentuk di Drawing Mode Mechanical Desktop ini berbeda dengan gambar sketsa 2D yang dibentuk di Part Mode sebelum dikonversikan menjadi profile, karena gambar-gambar 2D yang dihasilkan di Drawing Mode Mechanical Desktop bersifat parametrik, sedangkan gambar sketsa 2D bersifat gambar dua dimensi yang standar dan non-parametrik. Gambar-gambar 2D yang dibentuk di Drawing Mode itu dilengkapi dengan dimensi parametrik dan dapat ditambahkan notasi seperlunya agar secara keseluruhan gambar dapat menjadi petunjuk yang jelas untuk pelaksanaan di tempat pekerjaan. Apabila kemudian diadakan perubahan dimensi parametrik di salah satu bagian part pada gambar 2D yang dihasilkan di Drawing Mode, secara otomatis Mechanical Desktop akan mengadakan penyesuaian ke bagian-bagian lain dari gambar 2D di Drawing Mode akan mengalami perubahan juga akibat penyesuaian yang terjadi. Sedangkan pada permulaan selama proses membuat gambar sketsa 2D di Part Mode dan sebelum dikonversikan menjadi profile, gambar yang terbentuk adalah gambar 2D yang standar dan non-parametrik. Dan Anda dapat menggunakan perintah-perintah dari AutoCAD yang standar, juga selama pembentukan gambar sketsa 2D yang non-parametrik itu.

Mechanical Desktop menyediakan berbagai cara untuk mengaktifkan perintah-perintahnya yang dapat dicapai lewat pull-down menu, lewat toolbar yang dilengkapi berbagai tombol-tombol untuk memilih perintah;  lewat command line dengan mengetik perintah yang diperlukan lalu menekan tombol <enter> di keyboard; kemudian lewat context-sensitive shortcut menu yang dapat ditampilkan dengan mengklik tombol-kanan mouse pada layar gambar Mechanical Desktop atau di dalam Desktop Browser.

h1

Single Vendor atau Multi Vendor ?

July 3, 2009

Single Vendor atau Multi Vendor?

Pengadaan suatu sistem ataupun hardware pada suatu perusahaan tidak terlepas dari managemen pengadaan di dalamnya. Pemilihan produk dan penentuan supplier akan berpengaruh kedepan pada efisiensi dan inovasi jangka panjang perusahaan. Berdasarkan hal tersebut sebuah perusahaan membutuhkan bantuan vendor information technology sebagai penyedia informasi teknologi. Perusahaan perlu untuk memilih vendor yang tepat untuk turut serta bekerja sama. Pemilihan vendor yang tepat dilakukan dengan melihat kriteria vendor tersebut sehingga diharapkan dapat meminimalkan resiko yang akan timbul, selain itu juga diharapkan perusahaan dapat menjalin hubungan yang baik dengan vendor.

Pemilihan Vendor menurut Embleton dan Wright (1998)

Karena banyak biaya-biaya berhubungan dengan memilih vendor IT outsourcing, penting untuk memilih vendor yang tepat (Embleton dan Wright 1998). Pemilihan vendor tersebut menempuh tahap-tahap sebagai berikut:

  1. Tentukan profil vendor. Hal ini dilakukan melalui riset pasar untuk mengidentifikasi para vendor yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.
  2. Lakukan permintaan informasi. Sirkulasi permintaan informasi akan menentukan tingkatan minat, kemampuan, kultur perusahaan dan strategi antar para vendor potensial.
  3. Lakukan permintaan proposal. Permintaan proposal menguraikan secara detil kebutuhan IT outsourcing. Dokumen ini menyediakan keterangan umum tentang organisasi, serta lingkup dan sasaran hasil IT outsourcing.
  4. Lakukan pengunjungan lokasi. Kunjungan lokasi adalah untuk meyakinkan bahwa suatu organisasi yang terlihat baik secara tertulis, sama baik pada kenyataannya.
  5. Perundingan yang menguntungkan. Kedua tim manajemen harus mempunyai suatu persetujuan agar merasa nyaman dalam proses kerjasama.

Dalam pemilihan sistem ataupun produk perusahaan akan dihadapkan pada suatu pilihan antara single vendor atau multi vendor. Dimana keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan ciri khas masing masing.

Single Vendor

Single vendor yang menawarkan satu sistem mungkin hanya menjadi berkas aplikasi yang tidak terintegrasi ke dalam satu konsol. Jika kita memilih single vendor maka ruang gerak menjadi terbatas pada apa yang mereka berikan/buat pada berbagai keadaan. Pada saat memilih single vendor maka kita juga akan tergantungan pada vendor tersebut. Penguncian pada single vendor juga akan mempersulit untuk melakukan transisi ke vendor yang lain. Namun demikian keuntungan dari satu vendor adalah dari segi keamanan lebih terjamin, karena tidak bergantung dari vendor yang lain.

Multi vendor

Multi vendor dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

1. Merger

    Merger dilakukan dalam memenuhi suatu kebutuhan dimana setiap perusaahaan yang bergabung didalamnya memberikan peranan dalam setiap sub produk. Sub produk bisa berupa software ataupun hardware, sehingga pada saat semua sub produk dilakukan assembly akan membentuk suatu gabungan peralatan. Setiap sub produk akan saling melengkapi dalam produk utama. Tanpa adanya salah satu sub produk maka produk utama tidak akan terwujud. Untuk itu adanya multi vendor akan memberikan dampak saling bertergantungan pada setiap anggota merger.

    2. Organisasi yang besar

      Sebuah organisasi yang besar akan membuat suatu divisi-divisi atau departemen yang saling berkaitan. Setiap divisi/departemen akan mempunyai tugas  masing- masing yang dikontrol dari pusat, dengan demikian antara pusat dan divisi akan saling berhubungan.

      3. Konversi

      Konversi dilakukan dengan melibatkan dua sub dengan tujuan untuk membentuk suatu padanan.

      4. Aplikasi baru

        Adanya aplikasi yang baru maka akan memberikan tututan dimana sistem ataupun hardware yang telah terpakai dapat dikomunikasikan dan digunakan tanpa harus membuat sistem ataupun hardware baru.

        5. Permintaan yang meningkat

          dengan adanya permintaan yang meningkat, jaringan multivendor harus menyatukan sumber daya, dengan demikian lebih banyak orang dapat mengakses informasi.

          Multi vendor lebih baik karena:

          Adanya aplikasi baru multi vendor lebih menguntungkan, dimana kita tidak perlu membuat atau membeli suatu sistem baru pula untuk menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi dapat dijalankan dengan sistem atau pun hardware yang sudah ada. Sebagai contoh misyalnya adanya up date software maka kita bisa melakukan update tanpa mengganti hardware atau pun software yang ada terkecuali memang adanya tuntutan didalamnya. dengan adanya marger, maka peralatan yang ada dapat digunakan dalam satu rangkain untuk membentuk sebuah sistem kesatuan. Sub produk yang dibuat akan dapat bervariasi dan produknya pun dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan daya beli dari masyarakat.

          Dengan adanya multi vendor maka setiap sistim yang ada akan saling mengontrol. Hal tersebut karena sistem yang satu dengan yang lainya saling terkait. Adanya perbedaan-perbedaan yang ada karena standart yang ada dapat disiasati dengan menggunakan konversi pada standart tersebut.Single vendor akan lebih memonopoli sistem dan kita akan merasa kergantungan pada satu vendor dan sistem tersebut.

          Transisi single vendor ke multi vendor memicu Kejahatan cyber

          Kejahatan cyber dapat dipicu oleh adanya transisi dari single vendor kemulti vendor. Banyak jenis perangkat dari berbagai vendor yang harus dipelajari, misalnya untuk router Cisco, Bay Networks, Nortel, 3Com, Juiper, Linux-Based router dan sebagainya. Dan untuk server seperti  olaris, Windowa NT/2000/XP, SCO Unix, Linux, BSD, AIX, HP-UX dan sebagainya. Untuk mencari satu orang yang menguasai semuanya sangatlah sulit. Apalagi jika dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih banyak.

          http://docs.rinet.ru/MuNet/ch01/ch01.htm#Heading2

          http://lpks1.wima.ac.id/pphks/accurate/makalah/MOSS9.pdf

          http://www.sophos.com/blogs/gc/g/2009/05/29/guest-blog-single-vendor-multivendor-security-question/

          Follow

          Get every new post delivered to your Inbox.